Tampilkan postingan dengan label sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sport. Tampilkan semua postingan

SEJARAH FUTSAL


Futsal adalah olah raga yang paling digemari di Indonesia saat ini, tapi tahukah anda kapan orang mulai bermain futsal dan siapakah yang menemukannya??
SEJARAH FUTSAL
Futsal diciptakan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani. Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Selatan, terutamanya di Brasil. Ketrampilan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa. Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brasil terus menjadi pusat futsal dunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah perlindungan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utara serta Afrika, Asia, dan Oseania.

Pertandingan internasional pertama diadakan pada tahun 1965, Paraguay menjuarai Piala Amerika Selatan pertama. Enam perebutan Piala Amerika Selatan berikutnya diselenggarakan hingga tahun 1979, dan semua gelaran juara disapu habis Brasil. Brasil meneruskan dominasinya dengan meraih Piala Pan Amerika pertama tahun 1980 dan memenangkannya lagi pada perebutan berikutnya tahun pd 1984.

Kejuaraan Dunia Futsal pertama diadakan atas bantuan FIFUSA (sebelum anggota-anggotanya bergabung dengan FIFA pada tahun 1989) di [[Sao Paulo]], Brasil, tahun 1982, berakhir dengan Brasil di posisi pertama. Brasil mengulangi kemenangannya di Kejuaraan Dunia kedua tahun 1985 di Spanyol, tetapi menderita kekalahan dari Paraguay dalam Kejuaraan Dunia ketiga tahun 1988 di Australia.

Pertandingan futsal internasional pertama diadakan di AS pada Desember 1985, di Universitas Negeri Sonoma di Rohnert Park, California.
Futsal The Rule of The Game

PERATURAN FUTSAL INTERNASIONAL

Lapangan permainan
Ukuran: panjang 25-42 m x lebar 15-25 m.
Garis batas: garis selebar 8 cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di ujung-ujung, dan garis melintang tengah lapangan; 3 m lingkaran tengah; tak ada tembok penghalang atau papan
Daerah penalti: busur berukuran 6 m dari setiap pos
Garis penalti: 6 m dari titik tengah garis gawang
Garis penalti kedua: 12 m dari titik tengah garis gawang
Zona pergantian: daerah 6 m (3 m pada setiap sisi garis tengah lapangan) pada sisi tribun dari pelemparan
Gawang: tinggi 2 m x lebar 3 m
Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasif
Jenis Bola yang digunakan
Ukuran: #4
Keliling: 62-64 cm
Berat: 390-430 gram
Lambungan: 55-65 cm pada pantulan pertama
Bahan: kulit atau bahan yang cocok lainnya (yaitu, tak berbahaya)
Jumlah Pemain
Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 5, salah satunya penjaga gawang
Jumlah pemain minimal untuk mengakhiri pertandingan: 2
Jumlah pemain cadangan maksimal: 7
Batas jumlah pergantian pemain: tak terbatas
Metode pergantian: "pergantian melayang" (semua pemain kecuali penjaga gawang boleh memasuki dan meninggalkan lapangan kapan saja; pergantian penjaga gawang hanya dapat dilakukan jika bola tak sedang dimainkan dan dengan persetujuan wasit)
Perlengkapan Pemain
Kaos bernomor, celana pendek, kaus kaki, pelindung lutut, dan alas kaki bersolkan karet

Lama Permainan
Lama: dua babak 20 menit; waktu diberhentikan ketika bola berhenti dimainkan. Waktu dapat diperpanjang untuk tendangan penalti.
''Time-out'': 1 per regu per babak; tak ada dalam waktu tambahan
Waktu pergantian babak: maksimal 10 menit
Well semoga itu menjadikan tambahan pengetahuan buat kita dan lebihmencintai Olahraga yang satu ini. Seperti kata pepatah "Tak Kenal maka Tak Sayang"....BRAVO para pecinta Futsal Indonesia.

regards,


Profil BAMBANG PAMUNGKAS

Bambang Pamungkas lahir di Salatiga, Jawa Tengah, 10 Juni 1980 adalah seorang pemain sepak bola Indonesia. Saat ini dia bermain untuk Persija Jakarta di Indonesia Super League dan pernah mewakili negara dalam timnas sepak bola Indonesia. Dia biasa berposisi sebagai penyerang.

Meskipun tidak terlalu tinggi (168 cm), Bambang mempunyai lompatan yang tinggi dan tandukan yang akurat. Salah satu pemain yang dikaguminya adalah rekannya dalam tim nasional, Kurniawan Dwi Yulianto.

Saat masih bermain dalam tim remaja Jawa Tengah, ia pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Haornas, sebuah kejuaraan tingkat remaja. Bambang juga pernah menjadi pencetak gol terbanyak untuk skuad Indonesia di Piala Asia U-19 Grup V, dengan 7 gol.

Penampilan pertama Bambang bersama timnas senior adalah pada 2 Juli 1999 dalam pertandingan persahabatan melawan Lituania. Bambang, yang saat itu baru berusia 18 tahun, berhasil menciptakan sebuah gol dalam pertandingan yang berakhir seri 2-2.

Karier profesional
Bambang menjaringkan 2 gol pada musim pertamanya di Liga Indonesia walaupun tim yang diwakilinya Persija Jakarta gagal ke babak akhir. Saat musim tersebut berakhir, Bambang bergabung dengan sebuah tim divisi 3 Belanda, EHC Norad. Namun masalah keluarga dan kegagalan dalam menyesuaikan diri dengan cuaca sejuk Eropa menyebabkan beberapa bulan setelah itu, EHC Norad meminjamkan Bambang kembali kepada Persija sebelum kedua-dua pihak mengakhiri kontrak atas persetujuan bersama.

Setahun kemudian, Bambang menjadi pencetak gol terbanyak dengan 8 gol sekaligus membantu Indonesia menjadi juara kedua Piala Tiger 2002.

Hingga penampilan terakhirnya untuk Indonesia pada kualifikasi Piala Dunia 2006 melawan Sri Lanka pada September 2004, Bambang telah menjaringkan 18 gol dalam 35 penampilan. Namun masalah kecederaan serta prestasi yang menurun (kali terakhir Bambang menjaringkan gol untuk Indonesia adalah pada 12 Februari 2004) menyebabkannya tersisih dari skuad Piala Tiger Indonesia 2004. Saat rekan-rekannya berjuang di Piala Tiger, Bambang menandatangani kontrak dengan Selangor FC. Hingga Juli 2005, ia adalah pencetak gol terbanyak untuk timnya dengan 22 gol.

Musim 2007 ia kembali memperkuat Persija Jakarta di Liga Indonesia. Pada 10 Juli 2007, ketika pertandingan Indonesia-Bahrain, ia mencetak gol, memastikan Indonesia menang 2-1.

BIODATA ENGKAP :

Nama : Bambang Pamungkas
Nama Panggilan : Bambang, Bepe
Tempat / Tanggal Lahir : Getas, Kabupaten Semarang / 10 Juni 1980
Agama : Islam

Orang Tua : H. Misranto (Ayah), Hj. Suriptinah (Ibu)

Kakak :
* Agus Handoko Misranto
* Agus Budhi Suseno
* Tri Agus Prasetijo
* Eni Kusumawati
* Nanik Setyowati

Adik : Dyah Ernawati
Istri : Tribuana Tungga Dewi

Anak :
* Salsa Alicia
* Jane Abel
* Syaura Abana
Cita-cita : Guru dan Chef
Pendidikan :
* Taman Kanak-kanak Bangun 1 Getas Kab. Semarang (1984-1986)
* SD Negeri Kauman Lor 3 Getas Kab. Semarang (1986-1992)
* SMP Negeri 1 Salatiga, *Kelas 1C *Kelas 2C *Kelas 3A (1992-1995)
* SMU Negeri 1 Salatiga, *Kelas 1C *Kelas 2C *Kelas 3 IPS 2 (1996-1999)
* Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Rawamangun hanya 2 semester

Hobi : Membaca buku dan Memasak

Perjalanan karir: KLUB:
* SSB Ungaran Serasi (1988-1990)
* Diklat Salatiga (1990-1995)
* Persikas Kab. Semarang (1992)
* Persikas Apac Inti (1995-1999)
* Persija Jakarta (1999-2000)
* EHC Norad (2000-2001)
* Persija Jakarta (2001-2004)
* Selangor FC (2005-2006)
* Persija Jakarta (2007-sekarang)

Tim Nasional Indonesia: 1999-sekarang


Selesai..

regards,

IRONI DI SEBUAH NEGARA YANG SEDANG DEMAM SEPAKBOLA

Salam jumpa kembali untuk para pengunjung dunia maya,khususnya blog pribadi saya.kali ini saya akan mencoba menuliskan sebuah ironi yang terjadi di negara INDONESIA,yang pada saat ini tengah di landa demam sepakbola.dimana-mana orang-orang hanya ,membicarakan sepakola. hal ini terjadi karena tengah menanjaknya prestasi timnas Indonesia menembus babak final piala AFF 2010.

Tapi di tengah hingar-bingar dan semangat seluruh rakyat indonesia merayakan timnas negaranya mencapai babak final melawan Malaysia,muncul sebuah polemik tentang pengelolaan dan manajemen dari harga tiket dan pendistribusiannya. saya sebenarnya mengalami bagaimana susahnya mendapatkan tiket pertandingan timnas di piala AFF ini. saya harus mengantri selama kurang lebih 4 jam untuk mendapatkan 3 lembar tiket pertandingan semifinal leg pertama melawan philipina.

dari caranya yg sulit untuk mendapatkan tiket,hingga masalah harga tiket pun menuai masalah.khusus untuk babak final ini,dari yan termurah yaitu Rp. 75.000 untuk kelas tribun dan paling mahal Rp. 1.000.000 .sungguh harga yang sangat fantastis untuk sebuah pertandingan sepakbola level ASEAN. jika di bandingkan dengan harga tiket yang di sediakan pada leg final pertama di malaysia yang hanya Rp. 144.000 untuk yang paling mahal. kenapa bisa terjadi hal seperti ini??mungkin saja harga berbeda,tapi kenapa bisa hampir 10 kali lipat??apa PSSI sebagai induk organisasi sepakbola masih meragukan rasa nasionalisme dari rakyat indonesia. atau sepakbola hanya di khususkan bagi orang-orang kaya saja??

saya berasumsi untuk kasus yang terjadi saat ini adalah masalah AJI MUMPUNG. jadi sewaktu timnas meroket prestasinya,maka di manfaatkan untuk menjual tiket dengan harga gila-gilaan.mungkin dari peristiwa ini,sebaiknya bagi pengurus PSSI supaya bercermin pada FAM (PSSI nya malaysia) yang menjual tiket dengan harga terjangkau dan mendistribusikannya secara benar dan teratur.

sungguh sebuah ironi di sebuah negara yang rakyatnya gila bola dan haus akan kemenangan,justru di manfaatkan oleh sejumlah pihak dengan menaikkan harga tiket setinggi-tingginya.semoga ini hanya terjadi untuk pagelaran piala AFF tahun ini,SEMOGA....

Selesai..

rachman rosemary

GARUDA MERAJUT ASA

Pertama-tama mungkin saya sebagai pemilik blog ini sudah lama sekali tidak menuliskan sebuah cerita yang saya angkat dari curahan hati saya.khusus untuk kali ini,karena saya merupakan FOOTBALLOVERS(bisa di bilang begitu)dan di tengah ramainya pergelaran piala AFF,saya ingin membagi sedikit cerita saya tentang TIMNAS INDONESIA yang selama ini kita remehkan,yang sering membuat kita kecewa,yang mungkin sudah lama sekali kita tidak melihat negara kita mengangkat sebuah piala.

yah,terlalu dini memang bagi kita(terutama saya) untuk menebak siapa juara piala AFF kali ini,tapi sebagai warga negara INDONESIA,saya merasa yakin jika GARUDA mampu terbang tinggi menggapai piala AFF untuk pertama kalinya,dan tentu saja menjawab tantangan seluruh rakyat INDONESIA. dari setiap cemoohan,cacian bahkan makian bahwa negara kita tidak bisa menggapai juara di level asia akan coba di patahkan oleh Firman utina dkk,mereka memiliki kekuatan ekstra yang berasal dari semangat seluruh rakyat indonesia yang bersatu mendukung perjuangan mereka di atas lapangan hijau.

kita mungkin tidak bisa ikut ambil bagian dalam menentukan skor pertandingan,tapi kita bisa memberi dukungan,motivasi kepada para putra terbaik bangsa,yang rela berkorban,berpeluh keringat demi terbangnya TIM GARUDA.semua perjuangan mereka,patut kita acungi jempol,mereka tidak peduli apa yang akan terjadi dengan diri mereka sendiri,mereka hanya memikirkan bagaimana caranya agar bisa membuat bangga tanah air tercinta.

Untuk para pecinta sepakbola,tentu saja tahu bagaimana carut-marutnya persepakbolaan negeri ini,mulai dari buruknya pengurus induk olahraga ini hingga sarana dan prasarana penunjang untuk kemajuan sepakbola di negara kita ini.berangkat dari situlah,sebuah keyakinan muncul dari hati sanubari para pemain TIMNAS yang mencoba meraih mimpi dan membanggakan IBU PERTIWI.

"SELAMA GARUDA MASIH DI DADA,PANTANG BAGIKU UNTUK MUNDUR SATU LANGKAHPUN" itu mungkin semboyan dari tiap-tiap pemain.sekali lagi,saya disini hanya menceritakan bagaimana sebenarnya kondisi persepakbolaan di negeri ini,mungkin saya dianggap sok tahu atau menggurui,tapi inilah bukti dari wajah persepakbolaan di INDONESIA,yang tidak akan pernah mati sepanjang zaman.

selesai.


Rachman Rosemary

Profil KAKA (Ricardo Izecson dos santos leite)


Ricardo Izecson dos Santos Leite lebih dikenal dengan nama Kaka adalah nyawa dan ruh permainan Brasil. Di tangannya, nasib Brasil bergantung. Ia lahir 22 April 1982. Kini membela Real Madrid setelah lama memperkuat AC Milan.

Kaka adalah anomali pemain Brasil. Ia ganteng, religius, dan lahir dari kelas menengah. Ayahnya seorang insinyur teknik yang memberi material berkecukupan bagi Kaka sekeluarga. Ia pun dikenal sebagai pemain yang mampu menjaga kondisi. Tidak suka minum, dunia gemerlap, dan main wanita seperti kebanyakan pemain Brasil.

Seperti anak Brasil kemampuannya terasah di klub lokal. Ia masuk ke São Paulo FC sebagai klub awalnya. Pada 20023, ia ke Italia bersama AC Milan. Tidak ada yang tahu siapa itu Kaka. Sehingga transfer Milan sebesar €8,5 juta dianggap terlalu besar. Namun, wakil presiden Milan, Adriani Galliani tidak salah membelinya. Ia langsung bersinar dan menggeser posisi seniornya Rivaldo di posisi playmaker. Pada 2007, ia menjadi pemain terbaik dunia setelah mengantarkan Milan merebut mahkota Liga Champions.

Ia hijrah ke Real Madrid dengan harga ₤68,5 juta pada Juni 2009. Setelah sebelumnya gagal bernegosiasi dengan Manchester City yang siap memberi hingga 100 juta dollar Amerika.

Kaká menjadi pemain Brasil sejak usia muda. Tidak perlu lama, ia menjadi pemain timnas senior ketika melawan Bolivia di kualifikasi Piala Dunia 2002 Korea Selatan dan Jepang. Ia berangkat ke Piala Dunia dan mendapat gelar meski konstribusiya kurang dihitung. Setelah hanya menjadi runner up di Piala Emas, 2005, ia menebusnya dengan juara Piala Konfederasi 2007 dan 2010. Namun pada Piala Dunia 2006 Jerman, Kaka gagal tampil maksimal. Brasil pun tersisih di perempat final oleh Prancis. Kini di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, kondisinya tidak begitu fit. Namun Kaka tetap dijadikan andalan oleh pelatih Carlos Dunga.

di kutip dari : GOAL.COM

profil BOJAN KRKIC


Buah memang tak jatuh jauh dari pohonnya. Seperti banyak pemain sepakbola yang dibesarkan oleh lingkungan, Bojan Krkic (foto) lahir dengan darah sepakbola mengalir kental dalam tubuhnya.

Sang ayah, Bojan senior, adalah eks pemain klub terkenal Yugoslavia, Red Star Belgrade, yang merantau ke Katalunya dan menikahi wanita setempat. Pada 28 Agustus 1990, Bojan lahir di Linyola, barat laut Katalunya, dan sembilan tahun kemudian mulai menapaki jenjang karir sebagai pemain sepakbola.


Beruntung bagi Bojan, sang ayah bekerja sebagai pemantau bakat di Barcelona sejak 1997 dan di klub kebanggaan masyarakat Katalunya itu pula Bojan menimba ilmu sebagai pemain muda berbakat.

Nama Bojan mulai terkenal di kalangan tim taruna. Bermain sebagai penyerang dengan giringan bola yang mematikan, Bojan mencetak rata-rata tiga gol dalam satu pertandingan! Selama tujuh tahun menjadi kadet di akademi Barca, Bojan mencetak 889 gol. Memang lebih mudah mencetak gol di tingkat yunior, tapi Bojan terbukti memiliki keunggulan dalam hal konsistensi sejak usia dini.

Berkat rekor mengagumkan tersebut, Bojan disertakan dalam skuad timnas U-17 Spanyol pada Kejuaraan Eropa 2006 silam di Luksemburg. Pada saat yang sama, Bojan sudah kerap tampil di Barcelona B dan banyak mencetak gol menentukan. Barcelona meminta agar Bojan tidak disertakan dalam turnamen, tapi federasi sepakbola Spanyol (RFEF) bersikeras.

Di Luksemburg, dalam tujuh pertandingan yang dilalui Spanyol, Bojan tampil lima kali sebanyak 270 menit dan mencetak lima gol. Kemampuan Bojan mulai dikagumi banyak orang. Keseimbangan, penguasaan bola, visi, kecepatan, dan penyelesaian yang akurat adalah keunggulan yang dimiliki Bojan.

"Hanya sedikit pemain dengan sentuhan magis," ujar Pep Guardiola saat itu, "dan Bojan adalah salah satunya."

Segera setelah itu, Bojan tinggal tunggu waktu untuk tampil di timnas senior Barca. Peluang tiba ketika manajer Frank Rijkaard memainkannya sejak menit pertama pada pertandingan uji coba melawan klub Mesir Al-Ahly, akhir April 2007. Bojan mencetak gol dan mengundang pujian sebagai "pemain berbakat hebat, tenang, dan berkelas" dari sang pelatih.

Rijkaard tak ragu memutuskan masa depan pemain muda potensial seperti Bojan. Musim 2007-08, Bojan mulai berstatus sebagai anggota tim senior Barca. Debut resminya ditandai pada 16 September 2007 melawan Osasuna. Tiga hari kemudian, Bojan dimainkan pada pertandingan Liga Champions melawan Olympique Lyon saat menggantikan Lionel Messi pada menit ke-88. Bojan menjadi pemain termuda yang pernah diturunkan Barcelona di Liga Champions. Usianya saat itu 17 tahun dan 22 hari.

Sebulan setelahnya, Bojan sukses mengemas gol pertamanya untuk Azulgrana. Gol dibuat ke gawang Villarreal pada menit ke-25 dan menandakan namanya sebagai pencetak gol termuda sepanjang sejarah Barcelona di liga domestik.

Di ajang Liga Champions, Bojan menjadi pemain kelahiran 1990 pertama yang mencetak gol di kejuaraan antarklub paling bergengsi di Eropa itu ketika menjebol gawang Schalke 04, April 2008. Pada musim itu, Bojan total mencetak 10 gol untuk mematahkan rekor gol pada musim debut yang dipegang pujaan Real Madrid, Raul Gonzalez.

Kegemilangan yang dibangun sejak usia dini itu membuat Serbia dan Spanyol memperebutkan Bojan.

"Bojan akan menentukan tim yang dibelanya saat berusia 21," tukas sang ayah suatu ketika. "Masih banyak waktu sebelum memutuskan."

Tapi, ternyata bakat besar Bojan tak bisa menunggu. Awal Februari 2008, Luis Aragones memanggil Bojan ke skuad timnas Spanyol menjelang pertandingan persahabatan melawan Prancis. Jika dimainkan, Bojan tidak hanya menentukan masa depannya, tapi juga menjadi pemain termuda yang pernah berseragam La Furia Roja, memecahkan rekor Angel Zubieta yang sudah bertahan 70 tahun. Sayangnya, Bojan menderita sakit dan gagal memenuhi panggilan.

Menjelang Euro 2008, nama Bojan kembali disebut-sebut sebagai kandidat potensial untuk posisi striker. Alih-alih demikian, Bojan meminta Aragones untuk tidak menyertakannya, salah satu alasannya karena kelelahan menjalani musim kompetisi yang panjang.

Akhirnya, debut Bojan di timnas Spanyol terjadi juga pada September 2008, ketika Vicente del Bosque memainkannya pada sepuluh menit terakhir pada pertandingan melawan Armenia. Ketika masyarakat Serbia harus menelan kekecewaan karena kehilangan seorang calon idola, harapan masyarakat Spanyol justru melambung setinggi langit.

Tahun ini, usia Bojan memasuki 19 tahun dan tetap diandalkan dalam skuad tim. Apalagi, Barca masih berpeluang meraih tiga gelar juara sekaligus musim ini -- Primera Liga Spanyol, Copa del Rey, dan Liga Champions. Meski jarang dimainkan, Barcelona menolak melepas Bojan ke klub lain pada bursa transfer Januari lalu. Padahal, banyak klub besar berharap bisa diperkuat pemain sekelas Bojan.

Bersaing memperebutkan tempat di tim inti Barcelona memang tidak mudah. Tapi, jika Bojan memilih bersikap sabar, tentu tidak ada yang sebaik meraih banyak gelar juara bersama klub yang membesarkannya -- sekaligus salah satu klub terbaik dunia -- Barcelona.

Profil CHELSEA fc


Chelsea F.C. (Chelsea Football Club), juga dikenal sebagai The Blues atau sebelumnya sebagai The Pensioners (London F.C.), adalah sebuah klub sepak bola Inggris yang bermain di Liga Utama Inggris dan bermarkas di kota London. Klub ini didirikan oleh H.A. Mears pada tahun 1905, dan memiliki lapangan sendiri yang dapat menampung sekitar 42.360 penonton, bertempat di Fulham, London Barat.

Chelsea sudah menghabiskan banyak sejarah dalam dunia sepak bola Inggris, dan mengalami kesuksesan sebanyak dua periode, sepanjang tahun 1960-an dan awal 1970-an, kemudian pada akhir 1990-an hingga saat ini. Chelsea telah memenangi tiga gelar Liga Utama Inggris (1954-55, 2004-05, 2005-06), lima Piala FA (1970, 1997, 2000, 2007, 2009), empat Piala Liga (1965, 1998, 2005, 2007), dan dua Piala Winners (1971, 1998).

Manajer pertama adalah John Roberson (1905-1906). Chelsea menjuarai Liga Utama Inggris (Premiership) pada tahun 1955 pada masa jabatan Ted Drake sebagai manajer.

Chelsea kembali menjadi juara Liga Utama Inggris 50 kemudian, yaitu pada tahun 2005, pada masa jabatan manajer Jose Mourinho (2004 - 2007), yang saat itu mendapat dukungan penuh dari pemilik milyader minyak berkebangsaan Rusia, Roman Abramovich. Tapi beberapa penampilan yang buruk pada awal kompetisi 2007/2008 ditambah dengan ketidak sesuaian keduanya, akhirnya Jose Mourinho mengundurkan diri dari jabatan manager, dan digantikan oleh Avram Grant mantan manajer tim nasional Israel.

Pada tahun yang sama (2005), Chelsea juga menjuarai Piala Carling dengan mengalahkan Liverpool. Pada tahun 2006, Chelsea mampu kembali menjuarai Liga Utama Inggris. Tahun 2007, Chelsea berhasil juara Piala Carling setelah mengalahkan Arsenal 2-1 dan juara Piala FA setelah mengalahkan Manchester United 1-0 lewat babak perpanjangan waktu.

Pada musim 2007-08, pelatih Jose Mourinho diganti oleh Avram Grant. Diawal masa kepelatiha Grant, banyak kalangan yang memandangnya sebelah mata. Meski demikian, Avram Grant mampu membawa Chelsea menjadi treble runner-up yaitu diajang Piala Carling sebelum dikalahkan Tottenham Hotspur dengan skor 2-1. Disusul menjadi runner-up Liga Utama Inggris dibawah Manchester United dan menjadi runner-up di ajang Liga Champions setelah kalah adu penalti 6-5 dari Manchester United. Namun prestasi yang cukup baik itu tetap membuat Grant harus dipecat di akhir musim.

Pada akhir bulan Januari 2009 Chelsea menggantikan Avram grant dengan Luiz Felipe Scolari.Pelatih asal Brazil itu Memberikan prestasi yang tidak memuaskan bagi Roman Abrahamovich.Sehingga pada akhir April 2009 ia dipecat.Selanjutnya,Posisi kosong manajer Chelsea di isikan oleh pelatih Timnas Rusia Guus Hiddink.Kontrak pelatih Guus Hiddink hanyalah sampai akhir musim 2008-2009.Pada akhir bulan Mei,Guus Hiddink memberikan kenangan pada Chelsea yaitu berupa sebuah Piala FA sebelum akhirnya ia keluar dari Chelsea. Kemudian,Chelsea menggantikan Hiddink dengan pelatih klub besar italy AC Milan yaitu Carlo Ancelotti yang kontraknya akan habis pada akhir musim 2011-2012.

Chelsea memiliki beberapa pemain-pemain Inggris yang dianggap terbaik saat ini, di antaranya yaitu John Terry (kapten), Frank Lampard, dan Ashley Cole.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Pemain-pemain terkenal

1900-an: William 'Fatty' Foulke, George 'Gatling Gun' Hilsdon, Robert McRoberts, John Tait Robertson, Ben Warren

1910-an: Jack Harrow, Nils Middelboe, Robert Whittingham

1920-an: Ben Howard Baker, Jack Cock, Tommy Law, Tommy Meehan, GR Mills, Jack Townrow, Bob Turnbull, Andrew Wilson

1930-an: Hughie Gallacher, Sam Weaver, Vic Woodley, George Mills

1940-an: John Harris, Tommy Lawton, Willi Steffen

1950-an: Ken Armstrong,Roy Bentley, Jimmy Greaves

1960-an: Frank Blunstone, Peter Bonetti, Eddie McCreadie, Ken Shellito, Bobby Tambling, Terry Venables

1970-an: Charlie Cooke, Ron Harris, John Hollins, Alan Hudson, Ian Hutchinson, Peter Osgood, Ray Wilkins

1980-an: Paul Canoville, Kerry Dixon, Pat Nevin, Nigel Spackman, David Speedie, Clive Walker

1990-an: Steve Clarke, Roberto Di Matteo, Ruud Gullit, Glenn Hoddle, Mark Hughes, Frank Leboeuf, Graeme Le Saux, Dan Petrescu, Gianluca Vialli, George Weah, Dennis Wise, Ed de Goey, Dimitri Kharine, Tore André Flo, Gianfranco Zola, Gustavo Poyet

2000-an: Marcel Desailly, Eiður Smári Guðjonsen, Jimmy Floyd Hasselbaink, John Terry, Frank Lampard, Carlo Cudicini, Damien Duff, Arjen Robben, Didier Drogba, Petr Čech, Paulo Ferreira, Michael Ballack, Andriy Shevcenko, Deco, Michael Essien, Nicolas Anelka, Ashley Cole

[sunting] Daftar pemain 2009/2010

Nomor Negara Nama pemain
Penjaga gawang
1 Flag of the Czech Republic.svg Petr Čech
40 Flag of Portugal.svg Henrique Hilário
22 Flag of England.svg Ross Turnbull
Pemain belakang
2 Flag of Serbia.svg Branislav Ivanovic
3 Flag of England.svg Ashley Cole
6 Flag of Portugal.svg Ricardo Carvalho
19 Flag of Portugal.svg Paulo Ferreira
17 Flag of Portugal.svg Jose Bosingwa
26 Flag of England.svg John Terry (kapten)
33 Flag of Brazil.svg Alex Rodrigo Dias
35 Flag of Brazil.svg Juliano Belletti
41 Flag of England.svg Sam Hutchinson
Gelandang
5 Flag of Ghana.svg Michael Essien
24 Flag of Serbia.svg Nemanja Matic
8 Flag of England.svg Frank Lampard (wakil kapten)
10 Flag of England.svg Joe Cole
12 Flag of Nigeria.svg Mikel John Obi
13 Flag of Germany.svg Michael Ballack
15 Flag of France.svg Florent Malouda
20 Flag of Portugal.svg Deco
18 Flag of Russia.svg Yuri Zhirkov
Pemain depan
9 Flag of Argentina.svg Franco Di Santo
11 Flag of Cote d'Ivoire.svg Didier Drogba
23 Flag of England.svg Daniel Sturridge
21 Flag of Cote d'Ivoire.svg Salomon Kalou
39 Flag of France.svg Nicolas Anelka
Manajer
- Flag of Italy.svg Carlo Ancelotti

[sunting] Prestasi

  • Liga Utama Inggris
    • Juara (3): 1954–55, 2004–05, 2005–06
    • Peringkat Dua (3): 2003–04, 2006–07, 2007–08
  • Piala FA
    • Juara (5): 1970, 1997, 2000, 2007, 2009
    • Peringkat Dua (4): 1915, 1967, 1994, 2002
  • Piala Liga
    • Juara (4): 1965, 1998, 2005, 2007
    • Peringkat Dua (2): 1972, 2008
  • Community Shield
    • Juara (4): 1955, 2000, 2005, 2009
    • Peringkat Dua (4): 1970, 1997, 2006, 2007

PROFIL FRANK LAMPARD


Informasi pribadi
Nama lengkapFrank James Lampard Jr.
Tanggal lahir20 Juni 1978 (umur 29)
Tempat lahirRomford, Inggris
Panggilan akrabLamps
Informasi klub
Klub sekarangChelsea
Nomor punggung8 (klub/timnas)
PosisiGelandang serang
Klub remaja
1994-1995
West Ham United
Klub profesional*
1994-2001
1995-1996
2001-...
West Ham United
→ Swansea City
Chelsea
148 (24)
9 (1)
227 (64)
Tim nasional**
1997-2000
1998
1999-...
Timnas Inggris U-21
Timnas Inggris B
Timnas Inggris
16 (8)
1 (0)
56 (13)

* Jumlah penampilan klub profesional dan gol dihitung hanya untuk liga domestik dan benar pada 19 Agustus 2007.
** Jumlah penampilan dalam tim nasional dan gol benar pada 19 Agustus 2007.

Frank James Lampard Jr., (lahir di Romford, 20 Juni 1978) adalah seorang pesepakbola Inggris yang bermain bersama Chelsea setelah sebelumnya bergabung dengan West Ham United dan Swansea City. Lampard adalah gelandang serang yang dikenal karena tendangan jauhnya yang keras dan keterampilannya menghasilkan gol dari daerah tengah lapangan. Lampard lahir di Romford, Havering, Inggris. Ia adalah putra dari Frank Lampard Sr. yang juga mantan pesepakbola Inggris dan pernah memenangkan Piala FA sebanyak dua kali selama bergabung dengan West Ham United. Silsilah keluarganya juga tersambung dengan keluarga pesepakbola terkenal lainnya, yaitu keluarga Redknapp.

Sebagai pemain senior dalam Timnas Inggris, Lampard dikenal sebagai salah satu pesepakbola terbaik di Inggris dalam tiga tahun terakhir. Ia telah memenangkan Liga Premiership sebanyak dua kali (dengan Chelsea musim 2004-2005 dan 2005-2006), dua kali memenangkan Piala Liga (dengan Chelsea tahun 2005 dan 2007), sekali memenangkan FA Community Shield (dengan Chelsea tahun 2005), sekali memenangkan Piala Intertoto UEFA (dengan West Ham United tahun 1999), dan sekali meraih Piala FA (dengan Chelsea tahun 2007).

Pada November 2005, ia menjadi pemenang kedua dalam ajang penghargaan Pesepakbola Eropa Tahun Ini setelah gelandang asal Brazil, Ronaldinho. Sebulan kemudian ia kembali menduduki peringkat kedua, sekali lagi di bawah Ronaldinho, dalam ajang penghargaan Pemain Dunia FIFA Tahun 2005. Ia juga berhasil meraih penghargaan Pesepakbola FWA 2005.

Karir Klub


West Ham United
Lampard bergabung dengan West Ham United, tempat di mana ayahnya bekerja sebagai asisten pelatih, pada bulan Juli 1994 sebagai bagian dari pemain muda. Ia baru menandatangani kontraknya sebagai pemain sepak bola secara resmi pada tanggal 1 Juli 1995.

Pada bulan Oktober 1995, ia disewakan kepada tim divisi dua, Swansea City. Debut liganya dengan Swansea City pada tanggal 7 Oktober 1995 pada sebuah pertandingan melawan Bradford City diselesaikannya dengan baik, saat itu Swansea menang 2-0. Ia tampil membela Swansea sebanyak sembilan kali pertandingan liga, dua kali pertandingan kompetisi perebutan piala, dan sekali mencetak gol. Penampilan pertamanya dalam sepak bola profesional adalah saat melawan Brighton and Hove Albion sebelum kembali ke West Ham pada bulan Januari 1996.

Debut Lampard bersama West Ham United adalah pada tanggal 31 Januari 1996 saat bertanding melawan Coventry City FC, tetapi ia tidak dimasukkan ke dalam tim reguler pada musim itu. Setahun kemudian, ia mengalami cedera patah tulang kaki kanan dalam sebuah pertandingan melawan Aston Villa pada tanggal 15 Maret 1997 yang membuatnya harus beristirahat beberapa lama.

Gol pertama Lampard untuk West Ham United tercetak pada musim 1997-1998 pada pertandingan tandang melawan Barnsley. Musim 1998-1999 merupakan salah satu musim terbaik bagi Lampard. Ia dimasukkan ke dalam tim reguler West Ham dan bermain sepanjang musim hingga tim yang dibelanya berhasil meraih peringkat kesembilan kala itu.

Kemampuan Lampard sebagai seorang pesepakbola dapat disejajarkan dengan rekan setimnya kala itu, seperti Joe Cole, Michael Carrick, dan Rio Ferdinand. Akan tetapi, setelah Ferdinand yang notabene adalah teman baik Lampard dijual ke Leeds United pada musim 2000-2001, apalagi juga dibarengi dengan mundurnya ayah dan pamannya dari West Ham, maka Lampard pun akhirnya juga memutuskan untuk hengkang dari West Ham. Lampard memilih untuk tetap bertahan di London dengan bergabung bersama Chelsea, menolak tawaran yang diajukan oleh Aston Villa dan Leeds United.

Chelsea


2001-2002, 2002-2003
Lampard bergabung dengan Chelsea pada tanggal 15 Mei 2001 dengan nilai kontrak sebesar £11 juta, salah satu kontrak pertama yang dibuat oleh Claudio Ranieri, manajer Chelsea kala itu. Penampilan Lampard di Stamford Bridge cenderung lambat, tetapi seringkali mengejutkan. Saat menjalani musim ketiganya bersama Chelsea, bersamaan dengan kedatangan Roman Abramovich, ia berhasil menjadikan dirinya sebagai salah satu gelandang terbaik di Eropa.Debut Lampard membela Chelsea adalah pada pertandingan pra-musim melawan Leyton Orient pada tanggal 26 Juli 2001 dan mencetak gol pertamanya pada pertandingan pra-musim lain melawan Nortdampton Town, yang berhasil dimenangkan oleh Chelsea dengan skor telak 7-1, pada tanggal 1 Agustus 2001. Debutnya dalam Liga Premiership adalah pada tanggal 19 Agustus 2001 saat Chelsea ditahan imbang Newcastle United 1-1. Pada musim pertamanya bergabung bersama Chelsea, ia hanya sekali tidak ikut bertanding dan berhasil mencetak tujuh gol di semua kompetisi.

Pada musim 2002-2003 bersama Chelsea, Lampard bermain penuh di semua pertandingan. Ia mencetak delapan gol di setiap kompetisi hingga Chelsea berhasil menduduki posisi keempat dalam Liga Premiership. Lampard pun akhirnya mempunyai kesempatan untuk bermain dalam Liga Champion UEFA untuk pertama kali dalam sejarah karirnya.

2003-2004

Lampard mengawali musim 2003-2004 dengan mengesankan, ia terpilih menjadi Pemain Barclays Bulan Ini pada bulan September 2003 dan Pemain Pilihan Penggemar PFA sebulan kemudian. Chelsea berhasil mencapai semifinal Liga Champion sebelum akhirnya dikalahkan oleh AS Monaco, di mana Lampard mencetak empat gol dalam empat belas pertandingan. Chelsea juga berhasil menduduki peringkat kedua pada Liga Premiership di bawah Arsenal musim itu, prestasi terbaik sejak 1955.

2004-2005

Musim 2004-2005 merupakan musim tersukses dalam sejarah Chelsea, dan Lampard ikut andil di dalamnya. Ia bermain di seluruh pertandingan dalam Liga Premiership dan berhasil mencetak 13 gol (dari 19 gol yang berhasil dicetaknya selama musim itu). Ia bermain luar biasa sebagai seorang gelandang dengan membantu Chelsea meraih juara Liga Premiership kembali setelah puasa selama setengah abad dengan selisih 12 poin dari peringkat kedua. Adapun empat gol yang lain berhasil ia cetak dalam Liga Champion, sisanya ia cetak dalam Piala Liga. Ia mengakhiri musim itu dengan gemilang, yaitu dengan memenangkan penghargaan Pesepakbola FWA 2005.

2005-2006

Lampard bermain lebih baik dengan berhasil mencetak 16 gol dalam Liga Premiership musim 2005-2006, 2 gol dalam lima pertandingan Liga Champion, dan 2 yang lain dalam pertandingan perebutan piala domestik. Total ia berhasil mencetak 20 gol di musim itu. Prestasinya semakin lama semakin mengesankan, dan pada bulan Oktober 2005 setelah melakoni sebuah pertandingan dalam Liga Premiership melawan Blackburn Rovers di Stamford Bridge, manajer José Mourinho memberinya penghargaan sebagai “pemain terbaik di dunia”.

Pada bulan September 2005, Lampard terpilih menjadi anggota FIFPro World XI. Tim tersebut dipilih menurut jajak pendapat dari para pesepakbola profesional di 40 negara. Pada musim dingin 2005, ia terpilih sebagai pemenang kedua dalam dua penghargaan, keduanya di bawah Ronaldinho, masing-masing dalam ajang penghargaan Pesepakbola Eropa Tahun Ini dan dalam ajang penghargaan Pemain Dunia FIFA Tahun 2005.

2006-2007

Lampard telah mencetak 89 gol untuk Chelsea hingga 31 Maret 2007, membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak di klubnya dan termasuk dalam 10 besar secara keseluruhan. Ia juga menjadi gelandang yang paling produktif dalam mencetak gol sepanjang sejarah Chelsea setelah berhasil melampaui rekor yang pernah dibuat oleh Dennis Wise, yaitu 76 gol, pada tanggal 17 Desember 2006. Ia mencetak hat-trick pertamanya untuk Chelsea dalam tiga besar Piala FA melawan Macclesfield Town pada tanggal 6 Januari 2007.

Pada sebuah wawancara yang dilakukan setelah berhasil meraih Piala FA, Lampard mengatakan bahwa ia tidak akan 'selamanya bertahan' di Chelsea. Sejak saat itulah, ia mulai dirumorkan akan bergabung dengan Juventus, tempat pelatih lamanya, Claudio Rnieri. Ia juga dirumorkan telah dibeli oleh Real Madrid senilai 25 juta Poundsterling. Rumor-rumor tersebut semakin kuat saat agen Lampard menyatakan bahwa Lampard belum menandatangani nota perpanjangan kontrak dengan Chelsea.

2007-2008

Lampard berhasil mencetak empat gol dalam pertandingan-pertandingan awal Liga Premiership musim ini. Hal itu membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak untuk sementara dalam turnamen ini. Pengabdiannya pada Timnas Inggris ia wujudkan dengan mencetak gol pada pertandingan melawan Jerman di Stadion Wembley awal Agustus 2007.

Karir Internasional


Pada masa awal karirnya, Lampard telah diawasi oleh Peter Taylor, pelatih Timnas Inggris U-21 kala itu, dan pada akhirnya menunjuknya sebagai bagian dari tim. Debut U-21 Lampard adalah pada tanggal 13 November 1997, pada pertandingan melawan Yunani. Ia menjadi kapten Timnas Inggris U-21 pada Europe Champions U-21 tahun 2000. Penampilan terakhirnya membela timnas U-21 adalah pada bulan Juni 2000 pada sebuah pertandingan tandang melawan Slovakia. Lampard mencetak sembilan gol selama bergabung dengan tim U-21 yang hanya diungguli oleh Alan Shearer dan Francis Jeffers (keduanya mencetak 13 gol).

Penampilan pertama Lampard membela tim senior Inggris adalah pada tanggal 10 Oktober 1999 saat melawan Belgia di Sunderland dalam sebuah pertandingan persahabatan. Ia bermain selama 76 menit dalam pertandingan yang dimenangkan Inggris dengan skor 2-1 tersebut. Ia kemudian digantikan oleh rekan setimnya, Dennis Wise. Sayangnya, ia tidak terpilih dalam daftar skuad 23 pemain yang membela Inggris dalam ajang Euro 2000, tidak juga dalam babak final Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang. Lampard mencetak gol pertamanya untuk Timnas Inggris pada tanggal 20 Agustus 2003 dalam sebuah pertandingan persahabatan melawan Kroasia yang dimenangkan Inggris dengan skor 3-1.

Ia dimasukkan dalam skuad yang diterjunkan dalam Euro 2004 di Portugal. Inggris berhasil mencapai perempat final, juga berkat usaha yang dilakukan Lampard. Ia mencetak tiga gol dalam empat pertandingan. Dengan pensiunnya Paul Scholes dari dunia persepakbolaan internasional, Lampard akhirnya dimasukkan ke dalam skuad bentukan Sven-Göran Eriksson, mencetak lima gol saat membela Inggris dalam babak penyisihan Piala Dunia 2006, dan memakai kaus bernomor 8 yang sebelumnya dikenakan oleh Scholes.Pada Piala Dunia 2006, permainan Lampard dianggap kurang memuaskan sehingga banyak menuai kritikan dari kalangan media Inggris. Ia menembakkan 24 tendangan ke gawang dalam turnamen itu, 10 diantaranya melenceng, dan tidak ada satu pun yang berhasil menjebol gawang. Pelatih Timnas Inggris, Sven-Göran Eriksson, membelanya dengan mengatakan,”Dia bekerja tanpa kenal lelah untuk kemenangan kita. Tendangannya lebih akurat dari pemain mana pun di kompetisi ini, tentunya itu luar biasa bagi kami. Saya tidak mau mengkritiknya, apa pun masalahnya.”Lampard bermain penuh dalam lima pertandingan membela Inggris pada Piala Dunia 2006. Ia adalah salah satu dari tiga pemain Inggris selain Steven Gerrard dan Jamie Carragher (keduanya dari Liverpol FC), yang tendangan penalti mereka berhasil ditepis oleh kiper Portugal, Ricardo Pereira, saat adu penalti melawan Portugal dalam perempat final Piala Dunia> tanggal 1 Juli 2006.

Pribadi


buku autobiografi Frank Lampard: Totally Frank
Sampul depan otobiografi Frank Lampard yang berjudul Totally Frank.

Lampard berasal dari keluarga pemain sepak bola legendaris. Selain dari ayahnya, pamannya yang bernama Harry Redknapp juga salah satu mantan pemain West Ham United. Sekarang ia melatih salah satu klub yang termasuk dalam Liga Premiership, yaitu Portsmoutd. Ibunya bernama Pat.Sepupu Lampard, Jamie Redknapp, pernah bermain membela Soutdampton FC, Tottenham Hotspur, Liverpool FC, dan AFC Bournemoutd sebelum akhirnya pensiun pada tahun 2005 karena sering mengalami cedera.Lampard jatuh cinta kepada seorang model Spanyol bernama Elen Rives yang telah memberinya seorang bayi perempuan bernama Luna Coco Patricia Lampard yang lahir pada tanggal 22 Agustus 2005. Ia juga mempelajari bahasa Spanyol, yang menyebabkan timbulnya desas-desus bahwa ia akan pindah ke LaLiga hingga ia membantahnya dan mengemukakan alasan bahwa itu dilakukannya hanya untuk kepentingan keluarga karena istrinya adalah orang Spanyol. Selain itu, ia juga ingin putrinya kelak dapat menguasai dua bahasa.
Pada bulan Juli 2006, koran The Sun menerbitkan cukilan buku otobiografinya yang berjudul Totally Frank secara berseri. Buku itu mengupas rahasia hidup pribadi dan reaksinya saat penampilannya dalam ajang Piala Dunia 2006 banyak dikritik oleh media.Lampard mempunyai dua mobil, yaitu Aston Martin DB9 dan Ferrari 612 Scaglietti. Ia juga mempunyai dua anjing, keduanya berjenis mastiff Perancis, bernama Daphne dan Rocco.

Penghargaan


Klub


  • Piala Intertoto UEFA (1998)
  • Piala FA (2007)
  • FA Community Shield (2005)
  • Piala Liga (2005, 2007)
  • Liga Premiership (2004-2005, 2005-2006)
Pribadi
  • Peringkat dua dalam Pemain Dunia FIFA Tahun 2005 (2005)
  • Pesepakbola FWA 2005 (2005)
  • Peringkat dua dalam Pesepakbola Eropa Tahun Ini (2005)
  • Tim FIFPro World XI (2005)